- 16/04/2026
Sosialisasi program kepada masyarakat di Pekanbaru.
PEKANBARU (VOXindonews) – Program Studi Magister Manajemen Agribisnis (MMA) Universitas IsIam Riau (UIR) berkolaborasi dengan Fakultas Pertanian UIR dan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertema “Pengembangan Usaha dan Pemasaran Pupuk Organik untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Kelestarian Lingkungan.” di Saung Lahan
Pertanian Gapoktan, Kecamatan Bina Widya, Kota Pekanbaru, Selasa (7/4/2026).
Program ini merupakan bagian dari kerja sama internasional antara Universitas Islam Riau dan
Universiti Teknologi MARA Malaysia dalam mendukung pengembangan pertanian
berkelanjutan serta pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan pengabdian ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Pertanian UIR Dr. Ir. Edi Sabli, M. Si, dosen dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, serta Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru, H. Maisisco, S. Sis, M. Si.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat dipimpin oleh Dr. Ir. Marliati, M. Si, sebagai ketua tim, dengan anggota Dr. Sabiha Sanim Saleh (UiTM Malaysia), Nur Samsul Kurniawan, dan Rona Muliana, ST., M. Si.
Memberikan bantuan alat cutter kepada Gapoktan di Pekanbaru.
Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdian memberikan penyuluhan kepada kelompok tani mengenai pengembangan usaha serta strategi pemasaran pupuk organik. Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan dan praktik langsung pembuatan pupuk organik (kompos) dengan memanfaatkan limbah jagung sebagai
bahan baku utama.
Pemanfaatan limbah jagung ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam pengelolaan limbah pertanian sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Ketua Tim Pengabdian, Dr. Ir. Marliati, M. Si, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
masyarakat dalam memanfaatkan limbah pertanian menjadi produk yang bernilai
ekonomi sekaligus ramah lingkungan.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan
kepada kelompok tani dalam mengolah limbah jagung menjadi pupuk organik. Selain
itu, kami juga memberikan edukasi terkait pengembangan usaha dan strategi
pemasaran pupuk organik sehingga dapat menjadi peluang usaha yang mampu
meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penggunaan pupuk organik juga memiliki peran penting dalam menjaga kesuburan tanah dan kelestarian lingkungan. “Dengan pemanfaatan pupuk organik, kita tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian tetapi juga menjaga kesuburan tanah dan keberlanjutan lingkungan
dalam jangka panjang,” tambahnya.
Selain memberikan pelatihan, tim pengabdian juga menyerahkan bantuan peralatan kepada kelompok tani guna mendukung keberlanjutan kegiatan tersebut. Bantuan yang diberikan berupa mesin cutter atau mesin pencacah bahan organik serta bahan dan peralatan yang diperlukan dalam proses pembuatan pupuk organik.
Menurut Marliati, bantuan peralatan ini diharapkan dapat membantu kelompok tani dalam memproduksi pupuk organik secara mandiri dan berkelanjutan.
“Bantuan mesin pencacah dan peralatan ini diberikan agar kelompok tani dapat langsung mempraktikkan pembuatan pupuk organik secara berkelanjutan. Dengan adanya alat ini diharapkan proses produksi pupuk organik menjadi lebih mudah dan efisien serta dapat dikembangkan sebagai usaha yang memberikan nilai tambah bagi petani,” jelasnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian UIR, Dr. Ir. Edi Sabli, M. Si, menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat yang melibatkan kerjasama internasional ini merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan.
“Kolaborasi internasional seperti ini sangat penting untuk memperkuat pertukaran ilmu pengetahuan dan pengalaman sehingga inovasi yang dihasilkan dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Pelatihan pembuatan kompos.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru, H. Maisisco, S. Sos, M. Si, mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan wawasan baru bagi petani dalam memanfaatkan limbah pertanian menjadi produk yang bernilai ekonomi.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi petani, terutama dalam memanfaatkan limbah pertanian menjadi pupuk organik yang bernilai ekonomi. Ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan terjalin sinergi yang lebih kuat antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mengembangkan usaha pupuk organik. Selain mampu meningkatkan kesejahteraan petani, upaya ini juga diharapkan dapat mendukung
terciptanya sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan di Kota Pekanbaru. (FJ)