VOXOpini

Membawa Bekal Air

Oleh : Helfizon Assyafei , Wartawan di Riau
Senin, 25 Mei 2026 04:38 WIB
Jemaah calon haji sedang melaksanakan wukuf di Padang Arafah, puncak haji. Semua doa diijabah Allah SWT.

KATA tuan guru,
Besok hari Senin. Tapi bukan Senin biasa. Dalam penanggalan Hijriyah besok adalah hari Tarwiyah. Tarwiyah secara bahasa berasal dari bahasa Arab yang berarti "berpikir", "merenung", atau "membawa bekal air".

Dalam kalender Islam, istilah ini merujuk pada Hari Tarwiyah (tanggal 8 Zulhijah) yang menjadi awal rangkaian ibadah haji, serta Puasa Tarwiyah (puasa sunah tanggal 8 Zulhijah).

Mengapa kita disuruh merenung atau membawa bekal air? Itu bahasa kiasan. Air adalah sumber kehidupan. Kita memerlukannya ketika didunia. Juga kelak ketika kita tidak disini lagi. Penjelasan soal Telaga Al Kautsar di hari kiamat kelak adalah tanda kita tetap butuh air dikehidupan berikutnya.

Kita perlu bekal karena hidup adalah sebuah perjalanan menuju titik batas akhir. Setiap kita berjalan kesana sadar atau tidak sadar bersama bergantinya waktu dan masa. Karena kita makhluk yang fana. Yang kan sirna bersama waktu raganya. Tapi tidak jiwanya.

Besoknya lagi adalah hari Arafah (9 Zulhijjah) ketika JCH melaksanakan wukuf. Kedua hari ini disunnahkan berpuasa sunah. Mereka yang terbaik adalah berpuasa 1-9 hari dibulan Zulhijjah. Tapi minimal jangan kita tinggalkan yang dua hari akhir 8 dan 9 Zulhijjah.

Tuan guru mengingatkan kami, berpuasalah karena mengharap ridho Allah SWT. Bukan karena mengharapkan keuntungan duniawi dan ukhrawi dari amalam puasa itu. Ridho Allah berarti kerelaan, penerimaan, dan kasih sayang Allah SWT terhadap hamba-Nya.

Ketika Allah ridho, Dia menerima amal perbuatan seseorang, memberkahi hidupnya, dan meridhai segala ketetapan atau takdir yang diberikan kepadanya. Mendapatkan ridho-Nya adalah tujuan hidup utama setiap Muslim.

Apapun fadhilat/kelebihan puasa itu kita anggap saja itu bonus. Tujuan utama bukan itu melainkan Ridho Allah.  Sebab kalau kita menghitung-hitung kebaikan kita kelak di hari penimbangan kebaikan dan keburukan (mizan) keburukan kita juga akan dihitung. Tapi bila fokus kita Ridho Allah maka mudah bagi Allah menghapuskan keburukan-keburukan kita.

Berpuasalah dengan niat, pertama karena itu perintah Allah dan Rasulnya. Kedua, mengharapkan ridho-Nya. Ketiga, melatih diri agar melakukan hal yang tidak disukai nafsu. Musuh utama dalam diri kita adalah hawa nafsu kita sendiri. Kalau kita tidak berlatih mengaturnya maka dia yang akan mengatur kita.

Orang yang memperturutkan hawa nafsu ibarat berjalan dalam kegelapan. Mereka menjadikan keinginan ego sebagai "tuhan", menutup hati dari kebenaran, dan berujung pada kerusakan diri sendiri. Mengendalikan dorongan tersebut adalah ujian terbesar dalam hidup. Puasa adalah jalannya.

Jadi ayo jangan lewatkan kesempatan emas berpuasa didua hari jelang Idul Adha ini. Semoga kita diberi kekuatan melaksanakannya. Amiin…

Pekanbaru, 7 Zulhijjah 1447 H/24 Mei 2026

Membawa bekal air puasa tarwiyah puasa arafah ibadah haji VOXindonews Lazada Shopee