- 03/10/2026
Pelantikan pengurus MES Jateng.
SEMARANG (VOXindonews) - Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Tengah resmi memasuki babak baru kepengurusan periode 2026–2030. Pelantikan akbar sebanyak 226 pengurus ini berlangsung di Padma Hotel Semarang, Jumat (2/10/2026).
Ketua Umum MES Jawa Tengah, Rezza Arief Budy Artha, menyatakan pelantikan ini merupakan awal dari kerja bersama. Pihaknya berkomitmen untuk menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kami ingin MES Jawa Tengah tidak hanya hadir sebagai organisasi, tetapi menjadi rumah bersama bagi seluruh pihak yang ingin membangun ekonomi yang berkeadilan, produktif dan memberikan manfaat,” ujar Rezza.
Ia menjelaskan MES Jateng akan membangun kolaborasi strategis melalui pendekatan pentahelix. Pendekatan ini melibatkan unsur dunia usaha, pemerintah, akademisi, komunitas, ulama, serta media massa.
“Ekonomi syariah bukan hanya tentang transaksi keuangan. Di dalamnya ada pemberdayaan, keadilan, kemandirian, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan bagaimana masyarakat bisa memiliki kesempatan untuk tumbuh,” kata Rezza.
Sejumlah program kerja strategis telah disiapkan secara matang oleh jajaran pengurus MES Jawa Tengah. Fokus utamanya mencakup penguatan koperasi, UMKM, ekonomi pesantren, industri halal, hingga dana sosial Islam.
Salah satu agenda unggulannya adalah pengembangan Koperasi Ekspor guna membuka akses pasar internasional bagi produk lokal. Program ini ditargetkan mulai menembus kawasan Timur Tengah pada November 2026 mendatang.
“Produk-produk kita memiliki potensi untuk menembus pasar yang lebih luas. Tantangannya adalah bagaimana kualitas produk, legalitas, sertifikasi halal, kemasan, kapasitas produksi dan akses pasarnya kita siapkan bersama,” tuturnya.
Selain sektor usaha umum, MES Jateng juga memberikan perhatian khusus terhadap penguatan ekonomi pesantren. Lembaga keagamaan ini dinilai memiliki potensi besar sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Berbagai program inovatif seperti Santri Weekend dan Sunrise IT for Santri disiapkan untuk membekali generasi muda pesantren. Program ini dirancang untuk mengenalkan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI) agar santri tidak tertinggal zaman.
“Santri harus mempunyai kesempatan yang sama untuk mengenal teknologi, termasuk AI. Kita ingin nilai-nilai yang kuat dari pesantren berjalan beriringan dengan kemampuan teknologi, kreativitas dan kewirausahaan,” jelasnya.
Semangat ini sejalan dengan visi besar MES untuk melahirkan generasi pencipta lapangan kerja. Di sisi lain, pengembangan ekosistem industri halal juga menjadi pilar penting seiring kuatnya basis potensi di Jawa Tengah.
Rezza menegaskan bahwa industri halal harus dipandang sebagai peluang bisnis sekaligus standar kualitas.
“Ketika sebuah produk memenuhi standar halal dan memiliki kualitas yang baik, sesungguhnya pasarnya menjadi semakin luas. Ini bukan hanya berbicara mengenai pasar umat Islam, tetapi juga tentang kualitas, keamanan dan kepercayaan konsumen,” ujarnya.
Ia berharap momentum pelantikan ini mampu menyatukan langkah seluruh elemen pemangku kepentingan ekonomi daerah. Tantangan ekonomi ke depan menuntut organisasi untuk bekerja lintas sektor tanpa tersekat-sekat kelembagaan.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah tidak bisa sendiri, pengusaha tidak bisa sendiri, akademisi tidak bisa sendiri, pesantren tidak bisa sendiri. Semuanya harus bertemu dan bekerja bersama,” ungkap Rezza.
Ia pun mengajak seluruh jajaran pengurus untuk menghadirkan program kerja yang terukur dan berdampak langsung. Keberhasilan organisasi diukur dari seberapa banyak masyarakat yang merasakan manfaat nyatanya.
“Ukuran keberhasilan MES bukan seberapa banyak kegiatan yang kita lakukan, tetapi seberapa banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari apa yang kita kerjakan,” tegasnya.
Pelantikan ini menjadi titik awal perjalanan panjang MES Jateng dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif. Melalui berbagai program konkret, ekonomi syariah diharapkan menjadi gerakan nyata yang tumbuh bersama masyarakat.
“Kita ingin membangun ekonomi yang tumbuh bersama. Bukan hanya besar secara angka, tetapi juga memberikan kebermanfaatan dan membuka kesempatan bagi lebih banyak masyarakat untuk maju,” pungkasnya. (ADK)
MES Jateng ekonomi syari'ah UMKM Koperasi ekonomi pesantren VOXindonews Lazada Shopee