- 17/10/2026
Dr. Gatot Wijayanto, SE, M.Si mempresentasikan hasil kegiatan pengabdian masyarakat pada Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Unri Conference Series 2026.
PEKANBARU (VOXindonews) - Keberhasilan pemberdayaan bukan hanya ketika masyarakat memahami teknologi, tetapi ketika mereka memiliki kapasitas untuk menerapkannya secara mandiri guna memperluas peluang ekonomi dan meningkatkan daya saing produk lokal.
''Dengan demikian, kami tidak sekedar melatih masyarakat menggunakan teknologi digital, tetapi membantu membangun kesiapan mereka untuk mengubah potensi lokal menjadi peluang ekonomi yang lebih luas dan bernilai,'' ujar Dr. Gatot Wijayanto, SE, M.Si, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Riau (Unri) dalam Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Unri Conference Series 2026, Kamis (15/10/2026).
Gatot mempresentasikan kegiatan pemberdayaan kelompok pengolah ikan patin melalui digital branding dan social commerce untuk perluasan pasar produk hilirisasi. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Desa Kampung Patin XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau.
Tim Gatot beranggotakan Rovanita Rama, SE, MH, Arwinence Pramadewi, SE, MM, Jusherni, SE, MANA, Ria Rafianti, MPd, dan Sri Agustina Ratnawati, MPd.
Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong hilirisasi ikan patin agar nilai tambah tidak berhenti pada komoditas segar, tetapi tumbuh menjadi produk lokal yang berdaya saing.
Tim pemberdayaan masyarakat dari Universitas Riau di Desa Kampung Patin.
Menurut Gatot, pada waktu kegiatan akan dilaksanakan, produk siap tapi pemasaran belum. Pemasaran masih konvensional yakni penjualan langsung, relasi personal, dan komunikasi mulut ke mulut masih dominan. Selain itu, identitas belum kuat : keterampilan konten terbatas, media sosial, WA Business, dan marketplace belum dimanfaatkan maksimal.
Dikatakan, ada lima kapasitas untuk bertumbuh secara digital yakni identitas merek, konten digital, toko digital efektif, layanan pelanggan digital, manajemen usaha sederhana. Dari 21 peserta (47, 6 ℅ laki-laki dan 52,46 ℅ perempuan), respons digital melonjak 68,10 persen dari 22,30 persen menjadi 90,48 persen.
Kegiatan ini ada tiga aspek yaitu pelaksanaan kegiatan, pengetahuan dan keterampilan, serta dampak terhadap usaha. Pelaksanaan dinilai kuat sehingga dampak usaha mulai terasa.
Gatot mengatakan pelatihan berbasis praktek dan pendampingan memperkuat kesiapan adopsi pemasaran digital.
''Identitas merek lebih kuat, kanal digital terkelola, peluang pasar meluas, dan kapasitas kelompok bertumbuh,'' ujar ahli digital marketing ini. (FJ)
Pengabdian masyarakat Unri perluasan produk hilirisasi kelompok pengolah ikan patin kampung patin VOXindonews Lazada Shopee