- 26/07/2026
Tim PKM FKIP UIR yang melaksanakan pengabdian di MTS Islamiyah Desa Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kampar.
KAMPAR (VOXindonews) – Tim dosen Program
Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Riau (UIR) melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk "Sains Edukatif Bio-STEAM untuk Penguatan Literasi Sains Komunitas Pembelajaran Madrasah" di MTs Islamiyah Desa Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.
Kegiatan yang dimulai sejak April 2026 ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Program ini dilaksanakan sebagai respons terhadap kebutuhan nyata sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPA.
Berdasarkan hasil observasi dan diskusi bersama pihak madrasah, pembelajaran IPA masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain belum tersedianya laboratorium IPA, terbatasnya perangkat pembelajaran berbasis proyek, serta masih rendahnya pengalaman belajar ilmiah dan literasi sains siswa.
Di sisi lain, lingkungan sekitar sekolah memiliki potensi besar sebagai sumber belajar kontekstual yang belum dimanfaatkan secara optimal dalam proses pembelajaran.
Melalui program ini, tim pengabdian yang diketuai oleh Dr. Ummi Kalsum, M.Pd., dengan anggota Dr. Tri Yuliawan, M.Pd., Dr. Desti, M.Si., serta dua orang mahasiswa, mengembangkan pendekatan Sains Edukatif Bio-STEAM sebagai pembelajaran IPA berbasis proyek yang mengintegrasikan unsur Science, Technology, Engineering, Art, dan Mathematics dalam aktivitas belajar yang kontekstual.
Proses pembelajaran IPA berbasis Bio-STEAM.
Fokus utama kegiatan bukan pada penyediaan sarana, melainkan pada pemberdayaan guru dan siswa agar mampu merancang, melaksanakan, dan mengembangkan pembelajaran IPA yang aktif, kolaboratif, dan berorientasi pada penguatan literasi sains.
Sejak April hingga saat ini, rangkaian kegiatan telah dilaksanakan secara bertahap, meliputi koordinasi dan sosialisasi program bersama kepala madrasah dan guru, pelatihan penyusunan pembelajaran IPA berbasis proyek, pengembangan modul dan LKPD berbasis literasi sains, implementasi proyek IPA kontekstual di kelas, pendampingan guru selama proses pembelajaran, serta pembentukan Science Corner sebagai ruang belajar yang mendukung budaya literasi sains di lingkungan madrasah.
Tahapan kegiatan tersebut disusun secara sistematis agar guru mampu mengimplementasikan pembelajaran inovatif secara mandiri dan berkelanjutan.
Ketua Tim Pengabdian, Dr. Ummi Kalsum, M.Pd., menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas guru sekaligus membangun pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi siswa.
"Pembelajaran IPA akan lebih mudah dipahami ketika siswa terlibat langsung dalam proses
mengamati, menyelidiki, berdiskusi, dan menyelesaikan proyek yang berkaitan dengan lingkungan sekitar mereka. Melalui pendekatan Bio-STEAM, guru tidak lagi bergantung pada laboratorium konvensional untuk menghadirkan pengalaman belajar ilmiah yang berkualitas," ujarnya.
Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan mampu membentuk komunitas pembelajaran madrasah yang aktif, kolaboratif, dan berkelanjutan sehingga literasi sains siswa dapat berkembang secara nyata.
Kepala MTs Islamiyah Desa Baru M. Ridho, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program yang dinilai sesuai dengan kebutuhan sekolah. Selama ini, guru mengalami keterbatasan dalam melaksanakan praktikum IPA karena belum tersedianya laboratorium dan perangkat pembelajaran yang memadai.
Melalui pendampingan yang diberikan oleh tim dosen UIR, guru memperoleh pengalaman baru dalam mengembangkan pembelajaran berbasis
proyek dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Program ini dinilai mampu membuka peluang lahirnya inovasi pembelajaran yang lebih kontekstual dan mudah diterapkan di kelas.
Antusiasme juga ditunjukkan oleh para siswa selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka terlibat aktif dalam kegiatan observasi, eksperimen sederhana, diskusi kelompok, penyusunan laporan hasil pengamatan, serta presentasi proyek IPA.
Pembelajaran yang sebelumnya didominasi penyampaian materi secara teoritis kini berubah menjadi lebih interaktif karena siswa diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi fenomena ilmiah secara langsung melalui aktivitas proyek yang terstruktur.
Kondisi tersebut sejalan dengan tujuan program untuk meningkatkan kemampuan berpikir ilmiah, kolaborasi, kreativitas, dan pemecahan masalah siswa melalui penguatan literasi sains.
Program ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Islam Riau dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan melalui implementasi hasil kajian akademik di tengah masyarakat.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan madrasah, kegiatan pengabdian ini diharapkan menjadi model pemberdayaan komunitas pembelajaran yang dapat direplikasi pada sekolah-sekolah lain dengan karakteristik serupa, sehingga mampu memperkuat kualitas pembelajaran IPA dan literasi sains peserta didik secara berkelanjutan. (FJ)
Pengabdian kepada masyarakat FKIP UIR pembelajaran IPA Berbasis Bio-STEAM MTS Islamiyah Desa Baru Kemendiktiristek VOXindonews Lazada Shopee